Ketum KTNA Minta Bulog Lakukan Penyerapan Gabah dan Jagung Secara Maksimal

2 minggu yang lalu 15

JAKARTA - Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Yadi Sofyan Noor mempertanyakan peranan Badan Urusan Logistik (Bulog) nan selalu antusias dalam melakukan impor beras dan jagung. Namun pada saat nan sama, Bulog sepertinya ogah untuk menyerap gabah.

Karena itu, Yadi meminta agar Bulog melakukan penyerapan gabah dan jagung secara maksimal daripada kudu mengejar importasi komoditas lain seperti daging kerbau. Menurut Yadi, gabah dan jagung lebih krusial mengingat ketersediaannya sangat diharapkan.

"Bulog ini semangat jika impor beras dan jagung, tapi ketika diminta serap gabah dan jagung mereka seolah tidak berdaya, ada apa?," ujar Yadi, pada Rabu, (3/4/2024).

Yadi mengatakan, saat ini para petani tengah menanti pembelian hasil panen rayanya dibeli pemerintah. Mereka cemas jika tidak diserap maka nilai nan ada saat ini semakin jatuh dan terperosok ke titik nan mengkhawatirkan.

 BACA JUGA:

"Jangan sampai perihal seperti itu terjadi lantaran jerih payah petani tak dihargai. Kan selama ini Bulog punya tugas dan kegunaan menyerap, ya lakukan saja penyerapan," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian menanggapi keluhan Direktur Utama Bulog soal tidak mendapatkan ijin impor daging kerbau tahun 2024. Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Ditjen PKH Syamsul Ma’arif mengatakan sesuai hasil Rakortas nan dikoordinasikan oleh Menko bagian Perekonomian pada tanggal 28 Maret 2024 telah diputuskan bahwa ijin impor hanya diberikan pada PT. Berdikari dan PT. PPI.

Syamsul mengatakan bahwa sebenarnya saat ini beban Bulog juga sangat berat. Untuk menyerap hasil panen jagung dan gabah petani saja tidak sanggup, sehingga sebaiknya tidak menambah beban perusahaan.

“Importasi jutaan ton beras saat ini sepertinya belum maksimal. Begitu pula serap jagung tetap macet. Sebaiknya konsentrasi bisnisnya membantu petani dalam negeri. Toh impor daging kerbau juga dilakukan oleh BUMN juga,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta Bulog memperkuat penyerapan dan pengedaran hasil panen raya petani. Bulog diharapkan bisa membeli gabah panen dengan nilai nan menguntungkan bagi para petani. Saat ini Kementan tengah konsentrasi pada pemenuhan pangan dalam negeri untuk menekan kebijakan impor. Dua di antara komoditas nan ditargetkan adalah padi dan jagung sebagai komoditi strategis nasional.

"Jangan sampai kita terlalu antusias pada impor daging kerbau tapi serap gabah dan jagung hasil panen raya petani malah tidak berdaya," tuturnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Dapatkan buletin up to date dengan semua buletin terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang dengan klik disini dan nantikan kejutan menarik lainnya

(FDA)

Selengkapnya