Kisah Rakyat Indonesia Ternyata Pernah Menjalankan Ibadah Puasa saat Agresi Militer Belanda

1 bulan yang lalu 439

https: img.okezone.com content 2024 03 19 337 2985339 kisah-rakyat-indonesia-ternyata-pernah-menjalankan-ibadah-puasa-saat-agresi-militer-belanda-sFyaoPz7tX.jpg Agresi Militer Belanda. (Foto: Dok Ist)

JAKARTA - Dalam tantangan nan berat, umat Islam telah menunjukkan keberanian dan ketabahan luar biasa dengan bertempur sembari menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Tindakan ini tidak hanya membuktikan keberanian, tetapi juga menjadi contoh langsung dari keteladanan Rasulullah SAW.

Perang Badar, sebuah titik krusial dalam sejarah Islam nan terjadi pada bulan 17 Ramadhan tahun ke-2 Hijriyah, menunjukkan bahwa puasa bukanlah waktu untuk berleha-leha, melainkan untuk berjuang, baik secara spiritual maupun fisik.

Meskipun pasukan Islam hanya terdiri dari 314 orang melawan pasukan musuh nan jauh lebih banyak, mencapai 1.000 apalagi 1.300 orang menurut beberapa catatan, mereka sukses meraih kemenangan dalam pertempuran besar pertama mereka.

Seperti pada era Rasulullah, umat Islam Indonesia juga pernah bertempur saat bulan Ramadhan. Salah satunya adalah saat mereka menghadapi Agresi Militer I Belanda, nan terjadi pada awal puasa Ramadhan 1366 Hijriah alias 21 Juli 1947.

Alasan utama kenapa Belanda menyerang pada awal puasa Ramadhan 1366 Hijiriah, ialah dengan memanfaatkan momentum berpuasanya umat Islam sehingga mereka dalam keadaan lemah.

Mengutip Historia, kitab ‘Sejarah Perang Kemerdekaan di Sumatera, 1945-1950’ mencatat, Agresi Militer Belanda I terjadi di Sumatera Selatan pada hari ketiga bulan puasa. Serangan dimulai pada pagi hari setelah umat Islam di wilayah tersebut menyelesaikan sahur.

Sebenarnya, serangan tersebut telah diprediksi jauh-jauh hari oleh para tokoh Indonesia. Menurut KH Saifuddin Zuhri dalam bukunya "Berangkat dari Pesantren" (LKiS, 2013), "Prakiraan itu menjadi kenyataan.".

Menurutnya, Belanda menyerang Jawa dengan 3 bagian penuh dan Sumatera dengan 3 brigade. Mereka menggunakan kekuatan dari angkatan darat, laut, dan udara.

Pertempuran tersebut sangat tidak seimbang. Selama agresi tersebut, Belanda telah menerbangkan 1.039 awaknya untuk melakukan pengintaian, mengarahkan penembakan artileri, membombardir beragam sasaran, mendrop pembekalan pasukan, hingga selebaran di wilayah pulau Jawa dan Sumatra.

Follow Berita Okezone di Google News

Dapatkan buletin up to date dengan semua buletin terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang dengan klik disini dan nantikan kejutan menarik lainnya

Selengkapnya